Pada Jaman dahulu kala konon menurut cerita nenek moyang kita ada beberapa inohong yang bernama :
- Syech Majuja
- Syech Mataram
yang dibantu oleh para pengikutnya yaitu :
- Eyang Kertadiningrat
- Nyai Mas Endang Raja
- Nyai Mas Endang Sari
- Eyang Leube Damar
- Buyut Jakatua
- Buyut Jagat Nata
- Buyut Gugur
Mereka-merekalah yang mula-mula bermusyawarah untuk mendirikan/membentuk sebuah Desa yaitu Desa Cilaja, kurang lebih pada tahun 1857, setelah terbentuk Nama Desa Cilaja oleh Pemerintah Belanda dipecah menjadi tiga bagian/tiga Desa yaitu :
- Desa Cilaja
- Desa Bojong Wangunan
- Desa Gereba
Desa-desa itulah dibentuk oleh pemerintah Belanda dan pada waktu itu luas Desa Cilaja kurang lebih 147,802 Ha sedangkan jumlah penduduk pada waktu itu kira-kira 215 orang, dan keadaan masyarakatnya masih buta huruf, keadaan alam dan tanahnya pada waktu itu masih banyak alang-alang dan sebagian kebun kopi dan kebun laja kepunyaan Pemerintah Belanda, waktu itu sesuai dengan jasanya maka diangkatlah Buyut Candrapura sebagai Kepala Desa Cilaja oleh Pemerintah Belanda, untuk Selanjutnya setelah wafat Buyut Candrapura digantikan oleh :
- Bapak Kuwu Jaladri (1867-1880) - 13 tahun
- Bapak Kuwu Raden Kerta Atmaja (1881-1900) - 19 tahun
- Bapak Kuwu Nunasim (1901-1919) - 18 tahun
- Bapak Kuwu Jayaparana (1920-1941) - 21 tahun
- Bapak Kuwu Kertajaya (1942-1952) - 10 tahun
- Bapak Kuwu Sastra Atmaja/Tarmin (1953 - 1962) - 9 tahun
- Bapak Kuwu Kanta Atmaja (1963-1970) - 7 tahun
- Bapak Kuwu Sukinta Atmaja/Suara (1971-1980) - 9 tahun
- Bapak Kuwu M. Satari (1981-1989) - 8 tahun
- Bapak Kuwu Oyo Sumarna (1990-1994) - 4 tahun
- Bapak Kuwu M. Said (1996-2002) - 6 tahun
- Bapak Kuwu H. Ahim (2003-2010) - 7 tahun
- Ibu Kuwu Rusmiati (2011 - 2016) - 6 Tahun
- Bapak Kuwu Kusmadi (2017 - 2018) 1 Tahun
- Bapak Kuwu Diding (2019 - Sekarang)
Demikianlah silsilah/uraian sejarah singkat Desa Ciaja atas segala kekurangannya kami mohon maaf dan agar dapat memakluminya.
Keterangan : Tulisan ini di merupakan salinan dari dokumen berjudul “SEJARAH ASAL-USUL DESA CILAJA” yang merupakan arsip Pemerintahan Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Asal Usul atau Silsilah tidak sama dengan Sejarah. Namun dokumen ini diharapkan bisa jadi referensi untuk melakukan penelusuran yang lebih valid menuju catatan sejarah.
========================================
Setelah saya telusuri, terutama dengan mengonfirmasikan catatan ini kepada tokoh yang dituakan di Desa Cilaja, ternyata banyak hal yang tidak sesuai. Berikut ini beberapa catatan hasil dari wawanancara narasumber.
SESEPUH DESA CILAJA
Berdasarkan penuturan narasumber, ada 9 tokoh yang memiliki andil besar di masa awal Desa Cilaja ini. Tokoh-tokoh tersebut adalah :
- Syekh Majuja
- Syekh Haji Mataram
- Eyang Leube Damar
- Eyang Kertadiningrat
- Syekh Bagus Arsyam
- Syekh Muhibat
- Syekh Muhammad Daqo
- Syekh Panjunan
- Syekh Maulana Akbar
Sembilan tokoh tersebut konon sering mengadakan pertemuan di Masjid Desa Cilaja, yang saat ini dikenal bernama Masjid Al-Hidayah, jejak keberadaan tokoh-tokoh tersebut masih bisa ditemukan di Desa Cilaja, walaupun tidak semuanya karena beberapa tokoh dikenal juga di desa lainnya.
Syekh Majuja di Desa Cilaja : Makam/Petilasan Syech Majuja bertempat di pemakaman umum Parigi, Dusun Puhun, Desa Cilaja. Makam ini dikenal sebagai makam panjang karena memang ukurannya lebih panjang dari makam pada umumnya. Beberapa orang mengatakan itu merupakan kuburan pekakas. Wallahualam.
Syekh H. Mataram : Jejak Syekh H. Mataram berupa makam yang berada di sawah bengkok "ngabihi". Tepatnya berada di komplek pesawahan Dusun Wage, Desa Cilaja. Atau sebrang jalan pemakaman umum kaler.
Eyang Leube Damar : Jejak Mbah Leube Damar juga berupa Makam. Makam Mbah Lebe Damar ini masih sering di ziarahi oleh beberapa orang yang mengetahui keberadaanya. Lokasinya yang berada diantara makam keluarga membuatnya lebih ramai dan terawat.
Eyang Kertadiningrat : Ini juga berupa makam, lokasinya berada di pemakaman umum Desa Bojong, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.
Syekh Panjunan : Berdasarkan penuturan Narasumber, makam/petilasan Syekh Panjunan berada di sebelah kanan mimbar Masjid Al-Hidayah. Wallahualam.
Syekh Bagus Arsyam dan Syekh Muhammad Daqo : Ini berada di Desa Lengkong. Sementara itu.
Syekh Maulana Akbar : berada di pemakaman umum yang bertempat di jalan Syekh Maulana Akbar, Kuningan.
Narasumber juga memaparkan bahwa beberapa nama yang tertulis dalam dokumen Silsilah dan Asal Usul Desa Cilaja di atas merupakan nama-nama dari golongan makhluk ghaib. Nyai Mas Endang Raja dan Nyai Mas Endang Sari dikenal sebagai penunggu situs Cimanangga. Narasumber mengatakan bahwa mereka dari golongan jin islam. Jadi tidak selayaknya disebut sebagai salah satu "Karuhun" Desa Cilaja.
Selain itu, Buyut Jakatua yang petilasannya berada di sinyur, Buyut Jagat Nata (di wilayah gedung Balai Desa Cilaja), dan Buyut Gugur (di pemakaman umum parigi), juga hanya merupakan nama-nama yang tidak berdasar pada catatan sejarah. Buyut Jagat Nata, misalnya, nama ini sering disandingkan dengan sosok penunggu gedung balai desa. Jadi, saran Narasumber, ke lima nama tersebut tidak lagi dimasukan sebagai tokoh pendiri Desa Cilaja.
Mengenai nama-nama Kepala Desa, beberapa masih rancu, namun sebagian lainnya sudah benar.
Saya berharap ada pihak terkait yang mengembangkan tulisan tentang Silsilah dan Asal Usul Desa Cilaja.
*Sumber tambahan dari (Blogspot Urang Cilaja)
Kamil
05 April 2025 13:48:53
Cilaja Mantap...